Rabu, 09 November 2011

INGGRIS, 10 TAHUN 100.000 MASUK ISLAM

Subhanallah, 100.000 Orang Inggris Masuk Islam Dalam 10 Tahun Terakhir



 Islam benar-benar akan meliputi ujung timur dan barat dunia, sebagaimana telah dikabarkan Rasulullah Saw. Harian Independet melaporkan bahwa 5.200 orang Inggris masuk Islam tahun lalu, dan lebih dari separuhnya ternyata berkulit putih serta 75 persen dari mereka adalah perempuan.
Dalam 10 tahun terakhir, sekitar 100.000 orang Inggris telah masuk Islam, diantaranya sekitar tiga perempat adalah perempuan, menurut data statistik terbaru. Ini adalah peningkatan yang signifikan pada 60.000 warga Inggris pada dekade sebelumnya, menurut peneliti berbasis di Swansea University.

Meskipun jumlah mualaf di Inggris mengalami percepatan, banyak wanita Inggris yang mengadopsi Islam mengatakan bahwa mereka memiliki perjuangan sehari-hari untuk mengasimilasi keyakinan baru mereka dalam budaya yang lebih luas, baik secara implisit maupun eksplisit posisi mereka sebagai orang luar, terlepas dari pendidikan Barat.

Lebih dari tiga perempat mengatakan kepada para peneliti mereka mengalami kebingunan tingkat tinggi setelah memeluk Islam, karena jalan Islam yang bertentangan disajikan kepada mereka.

Masjid masih dianggap menyediakan sumber daya yang kurang untuk kebutuhan mereka, memaksa mereka bergantung pada interpretasi kultural dan ideologis dalam buku atau internet untuk mendukung agama mereka.

Sebuah studi di Leicester, misalhnya, menermukan bahwa 93 persen masjid di wilayah itu diauki memiliki kekurangan layanan bagi para mualaf, hanya 7 persen yang mengatakan mereka melakukan upaya untuk mengatasi kekurangan tersebut.

Banyak perempuan muda, usia rata-rata sekitar 27 tahun, sepakat dengan pengalaman diskriminasi untuk permata kalinya, meskipun perbedaan hanya terlihat setelah memakai jilbab. Namun beberapa menemukan tempat yang mudah dalam mendirikan populasi Muslim, mereka membentuk ikatan dengan sesama mualaf.

Temuan lain terungkap dalam studi di Leicester bahwa meskipun potret Barat terhadap Islam sebagai agama yang menindas perempuan, seperempat mualaf perempuan tertarik pada agama justru karena status itu memberi mereka.

"Saya tumbuh dewasa dengan minum-minum, merokok, kabur dari rumah dan bersikap tidak hormat kepada orang tua saya. Saya masuk Islam 10 tahun yang lalu, sebab aku bertemu dengan seorang pria Muslim, tetapi saya mungkin menjadi lebih saleh daripada dia," kata Donna Tunkara, salah seorang wanita mualaf.

"Hal itu datang sebagai sebuah kejutan bagi keluarga saya, yang Kristen. Mereka sudah tidak menolak saya, tetapi mereka merasa sulit untuk memahami. Saya merasa buruk sebab sekarang saya tidak menghadiri pernikahan, pemakaman atau pembaptisan karena mereka sering ke pub dan klub dan saya tidak akan melangkah ke dalamnya," lanjutnya lagi.

Ia menyebutkan bahwa ada kebutuhan sumber daya yang banyak bagi perempuan yang mualaf. "Saya tahu ada beberapa masjid yang tidak membolehkan perempuan masuk. Tetapi dalam Quran ada penekanan pada perempuan untuk berpendidikan."

"Saya belajar agama melalui keluarga suami saya dan buku-buku, jika anda ingin mendukungnya harus mencarinya. Ini waktunya untuk mendapatkan kembali identitasku dengan nyaman. Karena aku ras campuran dan orang Muslim tidak melihatku sebagai Inggris, tetapi apa yang penting bahwa mereka tahu siapa saya," katanya.

Subhanallah, demikianlah kaum Muslim di Eropa akan terus meningkat seiring dengan dakwah Islam yang terus terbuka. Bila orang-orang di Barat saja sudah mulai melirik Islam dan berusaha berpegang teguh terhadap ajaran-ajarannya, maka sungguh sangat memalukan kaum Muslim yang hidup di negeri ini malah membanggakan demokrasi kapitalisme sekuler yang telah nyata kerusakkannya.

Sudah saatnya, kaum Muslim bersatu padu untuk memegang teguh Islam yang berasal dari Sang Pencipta, dan saatnya meninggalkan ide-ide buatan manusia yang penuh kecacatan. Islam akan terus tumbuh hingga Islam benar-benar meliputi permukaan bumi ini, insya Allah di bawah naungan Khilafah. Semakit dekat! [m/independent/syabab.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar